Minggu, 30 Agustus 2015

Ritual dalam Sumo


Ritual yang Terjadi Dalam Sumo
 Sumo adalah olahraga saling dorong antara dua orang pesumo yang berbadan gemuk sampai salah satunya terdorong keluar dari lingkaran atau terjatuh dengan bagian badan (selain telapak kaki) menyentuh tanah di bagian dalam lingkaran. Pesumo (rikishi) perlu berbadan besar dan gemuk. Semakin tambun seorang pegulat sumo, maka kian besar pula kemungkinannya untuk menang.

Sumo adalah olahraga asli Jepang dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad silam. Di beberapa negara Asia, seperti Mongolia dan Korea, juga ada olahraga gulat tradisional yang mirip-mirip dengan sumo. Olahraga sumo diperkirakan telah ada sejak zaman prasejarah. Pada literatur klasik Jepang abad ke-8 Masehi, bentuk awal sumo itu dikenal dengan sebutan Sumai.

Sumo dalam bentuk seperti yang dikenal sekarang ini berbeda dengan "sumo" di masa lalu. Dulu pegulat sering bertarung sampai mati karena jumlah peraturan yang ada masih sangat minim.

Olahraga sumo tak bisa terlepas dari adat dan tradisi Jepang. Seperti contoh, sebelum bertarung petugas menyebarkan garam sepanjang waktu pertandingan.Tujuannya adalah untuk mengusir bala. Ritual lain yang dilakukan adalah menghentakkan kaki. Para pesumo biasanya melakukan hentakan kaki ke tanah yang bertujuan untuk mengusir setan atau bala selama pertarungan berlangsung.

Selain itu, ada juga tradisi merapikan tatanan rambut yang disesuaikan dengan peringkat dari pesumo. Peringkat tersebut disesuaikan dengan daftar jajaran peringkat yang ada di Jepang.

Besar dan gemuknya badan pesumo tak mengurangi kelincahan para atletnya. Pesumo pun bisa melakukan split seperti halnya para atlet senam.

Sumo merupakan salah satu olahraga yang istimewa, di negara asalnya Jepang. Harga tiket untuk menyaksikan pertandingan sumo berkisar dari 10.000 hingga 20.000 yen atau setara dengan Rp 1 hingga 2 juta. (Vin)

1. Ritual sebelum pertandingan sumo (Merapikan Rambut)

2. Ritual sebelum pertandingan Sumo (Tetap memakai pakaian tradisional)

3. Pesumo melakukan split


4. Ritual sebelum pertandingan sumo (Pemanasan dengan menghentakkan kaki ke bumi)


5. Ritual sebelum pertandingan sumo (Memberikan contoh tentang larangan dalam pertandingan sumo)


6. Pesumo bersiap melakukan pertandingan eksebisi

Atlet Sumo Terhebat di Dunia

1. Chiyuonofuji Mitsugi

Foto choyonofuji mitsugi oleh unik SegiEmpat

 Sumo pertama yang merupakan atlet sumo terbaik di dunia adalah seorang pria berbadan besar dengan bobot sekitar 120 kg bernama Chiyonofuji Mitsugi. Pria ini adalah pria yang tercatat menjadi sumo terbaik karena berhasil memenangkan sekitar 31 turnamen yang ternyata masih belum bisa terkahlahkan hingga tahun 2009. Selain itu, Mitsugi ini juga sangat hebat dalam mempertahankan dirinya di posisi atas pesumo di dunia sehingga bisa dikatakan gelar juara masih bisa dipertahankannya mulai tahun 1981-1991. Sungguh prestasi yang sangat baik bukan? Tentunya ada banyak sekali hal yang bisa diambil dari pesumo ini dan kini Mitsugi sudah pensiun dari dunia sumo sejak usia 30 tahunan dan aktif menjadi pelatih sumo.

2. Kitanoumi Toshimitsu

Foto kitanoumi toshimitsu oleh unik SegiEmpat

Memiliki waktu bertahan di posisi teratas selama 10 tahun membuat pesumo yang satu ini bisa termasuk dalam pesumo terbaik di dunia. Hal ini bisa diketahui dari prestasi hebat yang ditorehkan oleh seorang pesumo bernama Kitanoumi Toshimitsu ini. Prestasi yang pernah diraihnya adalah dengan diterimanya Toshimitsu sebagai seorang Yokozuna paling muda selama sejarah yaitu pada usia 21 tahun. Hal ini tentunya juga didukung dengan adanya usaha keras dari sang pesumo ini yang ternyata telah berhasil memenangkan turnamen selama 24 turnamen lamanya. Namun kini meskipun sudah pensiun, namun karya dan aksi dari Kitanoumi Toshimitsu ini masih bisa dilihat dari anak didiknya yang ada di sanggar sumo miliknya, bahkan Toshimitsu ini juga pernah menjadi Ketua Asosiasi Sumo di Hokkaido, Jepang.

3. Taiho Koki

Foto taiho koki oleh unik SegiEmpat

Pesumo selanjutnya yang merupakan pesumo terbaik di dunia jatuh pada seorang pria bernama Taiho Koki. Selama catatan sejarah, Taiho Koki ini dicatat sebagai seorang pesumo terbesar dan juga memiliki banyak prestasi. Hal ini bisa dibuktikan dari prestasinya yang bisa memenangkan sekitar 32 turnamen yang dilakukan di Jepang dan diluar negeri. Menjadi Yokozuna di usia muda inilah yang membuat Taiho ini menjadi seorang pesumo yang terus ingin belajar dan bisa menggapai mimpinya. Kini pesumo legendaris tersebut yang telah menjadi posisi teratas sekitar 11 tahun ini masih aktif di dunia sumo sebagai pelatih.

4. Assashoryu Akinori

Foto asshorhayu akinori oleh unik SegiEmpat

Kali ini pesumo yang akan kita bahas adalah seorang pesumo hebat bukan dari Jepang namun merupakan seorang pesumo dari negara Mongolia. Bernama asli Assashoryu Akinori, pria ini mendapatkan banyak sekali gelar dan juga jabatan di dunia sumo karena prestasinya. Meskipun hanya bisa berada di peringkat atas selama 8 tahun mulai tahun 2002-2010, namun Akinori ini menjadi seorang Yokozuna pertama asal Mongolia yang tentunya bisa membuat bangga Mongolia bukan?

Sejarah Sumo/ History of Sumo FOR GENERAL GENERAL

Sejarah Sumo/ History of Sumo FOR GENERAL GENERAL

Sejarah tentang Sumo
            Sumbo besar dan bertarung. Saat mendengar kata sumo, mungkin dua kata itulah yang ada di pikiran kita. semua orang juga pasti tahu bahwa sumo berasal dari Jepang. Tapi, apa sumo sebenarnya dan bagaimana perjuangan sumo untuk mempertahankan ekstensinya di tengah perkembangan jaman? Menurut catatan sejarah, sumo adalah suatu tradisi ritual dalam agama Shinto yang lahir dua ribu tahun lalu. Sumo adalah sebuah adu kekuatan dua “rikishi” (pesumo) dalam sebuah pertandingan (dohyo). Pada awal kemunculannya, sumo dilakukan sebagai bentuk hiburan bagi para dewa selama festival Matsuri. Dunia sumo Jepang mengalami perubahan pada abad XVII. Sumo yang awalnya hanya dianggap sebagai sebuah tradisi mulai dijadikan sebagai kompetisi olahraga. Sejak saat itu, sumo mulai memiliki aturan yang lebih kompleks. Sumo juga makin pupuler sejak diselenggarakan turnamen sumo Six Grand Tournament pada 1958. Meski sudah diselenggarakan dengan lebih professional, sumo tetap berusaha mempertahankan tradisi Shinto yang secara simbolis terlihat di pertandingan sumo. Contohnya, arena pertandingan sumo (dohyo) yang berbentuk cincin menyimbolkan kemurnian Shinto. Ada juga kanopi yang menggantung di atas dohyo (tsuriyane), yang menyimbolkan kuil untuk peribadatan agama Shinto. Sejak sumo diakui sebagai olahraga dan dikompetisikan secara resmi dalam turnamen, profesi pesumo (rikishi) pun semakin pupuler. Tapi, menjadi pesumo juga tidak mudah karena perlu pelatihan khusus. Di tempat pelatihan (heya), pesumo harus mengikuti semua prosedur latihan dan berbagai aturan. Termasuk aturan makan. Tidak hanya itu, pesumo juga memiliki tingkatan yang berpengaruh pada jumlah gaji dan karir mereka. Ada tingkatan paling rendah, ada juga tingkatan paling tinggi. Dunia sumo pun tidak lepas dari cobaan berat. Seperti olahraga tradisional lain, seiring dengan perkembangan zaman, popularitas sumo juga sempat menurun. Sejak 2003, jumlah pesumo sekamin berkurang.  Pada 2007 saja jumlah pesumo 720 orang. Itu pun dominasi pesumo non Jepang cukup signifikan. Penurunan jumlah pesumo juga tidak lepas dari turunnya antusiasme anak muda Jepang terhadap olahraga itu. Sumo dianggap terlalu kolot dan tidak gaul, misalnya menggunakan celana pertandingan sumo (mawashi) yang terlalu terbuka. Hal itu juga diperkeruh oleh tindakan asosiasi sumo amatir yang mengeluarkan celana sumo modifikasi bagi pesumo. Hal tersebut tentu mendapat tanggapan keras dari badan olahraga sumo Nihon Sumo Kyokai yang berusaha keras mempertahankan tradisi dalam sumo. “Mawashi adalah hal yang penting dan penuh makna tradisi,” tegas perwakilan Niho Sumo Kyokai. Pada 2011, dunia sumo juga sempat dilanda kabar miring tentang skandal pengaturan kemenangan dalam sebuah pertandingan sumo yang dilakukan demi uang. Tentu saja hal itu sempat membuat kredibilitas sumo di mata public sedikit negative. Meski sempat diliputi berbagai masalah, kesistensi sumo tetap dijaga hingga kini. Nihon Sumo Kyokai juga tetap berusaha menjaga agar sumo tetap menjadi olahraga yang sarat tradisi di tengah tuntutan zaman yang makin modern. Turnamen kuno terus diadakan setiap tahun. Semua usaha itu tentu saja dilakukan agar sumo tetap bertahan di tengah perkemnangan zaman.